Cara Mengembang Biakkan Cacing

Halo para sahabat omahcacing.com, cukup lama team tidak melakukan postingan,  kali ini kita akan sharing tentang bagaimana cara mengembang biakkan masyarakat cacing yang kita budidayakan, yuk ikuti terus ulasanannya semoga bermanfaat buat kita semua, Gusti Berkahi. 

Cacing merupakan hewan hermaprodhit, dimana masing-masing mempunyai dua alat kelamin jantan dan betina.  Akan tetapi cacing tidak bisa membuahi dirinya sendiri, jadi diperlukan pasangan untuk cacing dapat berkembang biak.  Cacing akan melakukan kopulasi dan berikutnya akan bertelur.  Masing-masing cacing akan mengeluarkan 1 butir telur atau disebut kokon.  Dalam 1 kokon akan bisa menetas antara 2 – 10 ekor anak cacing.  Dan siklus bertelur cacing sekitar 35 – 40 hari sekali.  Dimana selama masa produktif induk cacing, akan bertelur sebanyak kurang lebih 8 kali.  Usia produktif cacing antara umur 3 – 9 bulan.  Cacing mampu hidup sekitar 2 tahunan, akan tetapi tergantung lingkungan hidupnya.  Ada beberapa metode / cara untuk mengembang biakkan cacing, seperti berikut ini :

Cara wadah/kotak

Menempatkan indukan dalam satu wadah dan setiap 2 minggu indukan diambil dan di pindahkan ke wadah / kotak lain.  Kotak lama yang sudah berisi kokon dirawat dan dijaga kelembabannya sampai menetas.  Begitu seterusnya.   Jadi setiap 2 minggu sekali memindah indukan ke wadah baru.  Setelah usia 8 bulan, indukan bisa di afkir.

Cara pecah wadah

Menempatkan indukan dalam satu wadah, memeliharanya selama 1 bulan.  Dalam satu bulan akan terjadi perkawinan dan perkembangan, lalu berikutnya langsung memisahkan dari satu wadah menjadi 2 wadah (misal dalam keranjang buah uk 50 x 50 diisi indukan 1 kg).  Begitu seterusnya senantiasa di pecah menjadi 2.

Cara perbanyakan populasi /  lasa

Indukan di tempatkan dalam jedingan besar.  Dalam 1 m2 luasan kandang bisa diisi indukan 2,5 – 5 kg, kemudian populasi indukan ini dikembang biakan atau di padatkan populasinya.  Di kembangkan sampai sekitar 8 bulan.  Sampai dengan padat tebar normal per m2 sampai dengan 12,5 –  15 kg.  Selanjutnya dilakukan panen rutin, bisa di jual atau dikembangkan lagi.  Begitu seterusnya dilakukan panen rutin, sehingga dari awal sampai seterusnya, koloni / masyarakat cacing hidup dalam satu kandang/jedingan tersebut. 

Dalam semua system diatas yang harus dilakukan adalah selalu melakukan perawatan rutin selama pemeliharaan sesuai SOP masing-masing system yang dilakukan.

By Omah cacing team.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *