KANDANG CACING

Jumpa lagi sahabat, tetap semangat dan senantiasa berinovasi ya dalam budidaya cacing tanah ya.  Postingan tim penulis Omah Cacing kali ini kita akan belajar bersama tentang perkandangan, banyak yang bertanya pada kami seperti apa sih kandang cacing yang paling bagus?

Sebelum menjawab pertanyaan tadi, yuk kita coba simak dikit tentang kandang dalam budidaya cacing khususnya jenis lumbricus rubellus dan african night crawler.  Seperti kita ketahui kandang budidaya ada banyak ragam bentuk dan macam bahan yang dipergunakan, ada yang bundar, persegi, tidak beraturan, ada yang dari keranjang buah, kotak kayu, plastik, terpal, sak bekas, bata, batako, dll.  Dari sekian banyak tadi sepertinya bisa kita kelompokkan dalam dua kategori yaitu kandang model media tebal dengan kandang model media tipis.

Nah, setelah kita kelompokkan dalam dua kelompok besar tadi, kita khususnya pembudidaya pemula tidak lagi dibingungkan dengan adanya beraneka ragam bentuk dan bahan kandang cacing.  Pada dua kelompok model tadi juga ada perbedaan dalam hal penanganannya.  Model kandang MEDIA TEBAL, pada kandang media tebal setiap dua atau tiga hari sekali kita senantiasa tambahkan media baru/pakan dimana pemberiannya bisa tunggal media saja ataukah media+pakan, pemberiannya dalam bentuk buburan.  Selalu rutin seperti itu dilakukan, sampai media penuh atau setinggi kandang.  Biasanya tinggi kandang model media tebal bisa sampai 1 meter, setelah media penuh baru dilakukan pembongkaran atau panen kascing.  Hal ini bisa dilakukan 6 – 12 bulan sekali.  Sehingga dalam hal perawatan lebih mudah.  Jika berbicara masalah bagaimana bentuk kandangnya secara teknis, bisa dikatakan terserah para pembudidaya, bisa berbentuk kotak, persegi panjang, jedingan, memanfaatkan bekas kolam, atau bahkan tidak beraturan (menyesuaikan bentuk lahan), dll.  Model kandang MEDIA TIPIS, pada kandang media tipis ini memerlukan perawatan yang intensif dimana setiap dua atau tiga hari sekali kita melakukan pengkascingan dan menampung dan merawat hasil pengkascingan tersebut kurang lebih dua sampai tiga bulan agar kokon bisa menetas semua.  Setelah pengkascingan di ikuti dengan penambahan media baru dan atau pakan dan seminggu sekali dilakukan pengunggaran, hal ini untuk menjaga kegemburan media.  Kelembaban juga senantiasa dipantau ya, karena media tipis ini mudah sekali terjadi penguapan dan media menjadi kering.  Dalam hal bentuk bisa berbagai macam, ada yang rak bertingkat, keranjang buah yang di tumpuk, dari kotak kayu, dari plastik, dari beton cor, dll.  Yang perlu diperhatikan adalah kepadatan tebar bibit, yaitu 3 – 5 kg per meter luasan kandang.  Jangan terlambat dalam hal pengkascingan dan penambahan media baru.

Nah sahabat, bagaimana?  Sudah terjawab kan pertanyaan di awal tulisan ini dan berharap sahabat lebih ada gambaran tentang perkandangan dalam berbudidaya cacing ini,  jadi sahabat semua sekarang tidak perlu lagi memusingkan tentang bentuk dan macam kandang.  Disesuaikan saja dengan kondisi dan ketersediaan bahan dari sahabat semua, konsepnya adalah pergunakan bahan-bahan yang mudah didapat di sekitar lingkungan sahabat dan murah dalam hal biayanya.  Budidaya cacing itu mudah dan murah kok akan tetapi hasil melimpah.  Salam sukses.

 

( Upik )

2 Comments

    • @mr. Yudi, Bukan lebih bagus mana, akan tetapi lebih banyak kascing dihasilkan oleh ANC daripada LR. Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *