MEDIA BUDIDAYA CACING

Halo sahabat OC, jumpa kembali dalam corat coret seputar budidaya cacing jenis ANC atau LR.  Sepertinya jika berbicara tentang seluk beluk dalam budidaya cacing  tidak pernah ada habisnya, banyak hal yang bisa kita perhatikan, amati, teliti….. pokoknya asik lah… many interesting lah pokoknya.

Tumpukan Kohe Sapi

Kali ini kita kembali mengangkat topik MEDIA BUDIDAYA, beberapa waktu lalu kita banyak di tanya mitra-mitra baru terutamanya….

Mitra        :     “Media apa ya yang paling bagus, yang mudah, yang murah, yang tidak pake uprek?”

 

OC             :     “Wah, ya angel tuh njawab pertanyaan ini?”

Mitra        :     “Lho kok angel piye? Wong tinggal jawab aja…..”

OC             :     “Kuabeh keno nggo media budidaya (semua bisa dijadikan media budidaya), asal dari bahan organik, dan masing-masing mempunyai cara penanganan sendiri alias masih perlu uprek dikit….kalau ndak mau uprek…. ya gampang…. tinggal beli aja cacingnya di omah cacing…. Is the best solusi… hahaha”

Begitulah cuplikan dari pembicaraan yang puanjaaaang dan melelahkan jiwa raga dengan para mitra….. hahaha.

Lumbricus Rubellus

Jadi begini sahabat OC, berkaitan dengan pertanyaan perihal media, kembali to the basic bahwa cacing sangat menyukai media yang organik yang sudah terdekomposisi atau dalam proses penguraian, gembur dan subur, kaya nutrisi/subur.  Kita bisa menggunakan berbagai bahan yang melimpah di sekitar kita, contohnya gedebog pisang, bekas log jamur, kohe, blothong, dedak, ampas sagu, grajen kayu, jerami padi yang lapuk, serasah dedaunan/kompos, endapan kolam ikan, cocopiet, kardus, dll.  Nah sahabat, jadi mudah bukan media untuk budidaya cacing itu?  Intinya inti adalah manfaatkan limbah di sekitar kita, sehingga dalam berbudidaya cacing, tidak membutuhkan biaya yang tinggi, bahkan memungkinkan sekali tanpa biaya.

Nah ini ada beberapa cuplikan berkaitan dengan media….. cek ki dot….

Mitra        :     “Ini, saya pakai kohe sebagai media….. lha dalah…. cacing ku kok tambah langsing-langsing, ora malah gendut-gendut…. dan malah sepertinya tidak mau memakan kohe yang disajikan…..”

OC             :     “Nah….coba seperti gimana kohe yang njenengan pakai?”

Mitra        :     “ya ini…..yang masih suegar alias fresh from sapi, masak yang punya sukanya makan yang seger seger kok cacingnya dikasih makan yang sudah afkir atau busuk….”

OC             :     “Heluuk……”

Sahabat OC…. dari cuplikan tadi kira-kira mana yang kurang tepat penanganan?

Kohe Sapi

Penggunaan kohe segar atau yang masih baru….Betul…., memang kohe termasuk bahan organik, akan tetapi perlu diingat bahwa cacing tidak mempunyai gigi untuk menggerogoti atau menggigit-gigit media atau makanan yang disajikan, cacing ini hidup dan memakan media atau pakan yang sudah terdekomposisi atau yang sedang dalam proses dekomposisi atau yang terfermentasi, sehingga singkatnya cacing ini nyaman tinggal dalam media yang sudah jadi atau makanan yang sudah siap saji.  Media kohe yang yang masih baru, masih mengalami proses yang menimbulkan terbentuknya gas-gas dan kondisinya cenderung panas itulah sebabnya cacing akan menghindarinya, dan dalam kandang, cacing ini akan berusaha masuk kedalam lagi dalam upaya bertahan hidup, sehingga bilamana bagian bawah tidak tersedia pakan, maka beberapa lama, para cacing ini akan langsing karena kurang makan dan kurang nyaman habitatnya.  Oleh karena itu langkah yang bisa diambil dalam menggunakan kohe segar adalah dibantu dengan proses fermentasi.  Jadi sebelum disajikan, kohe kita fermentasi beberapa hari untuk mempersiapkan kohe ini siap disajikan untuk masyarakat cacing kita.  Beberapa keuntungan dari fermentasi ini adalah bahan menjadi lebih lunak, kandungan nutrisinya meningkat serta siap dan mudah dicerna oleh masyarakat cacing.

Cocopiet

Nah begitulah sahabat omah cacing, seputar tentang media.  Kita akan jumpa lagi dalam postingan mendatang.  Tetap semangat, tetap bersuka cita dalam berbudidaya cacing.  Beternak cacing itu mudah kok.

 

(by Abraham)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × two =

×

Halo!

Kami sangat senang bisa membantu Anda. Silahkan menghubungi kami dengan klik kontak di bawah ini ya!

× Ada yang bisa kami bantu?