MEDIA KOHE SAPI

Salam para sahabat Omah Cacing, cukup lama team penulis tidak corat coret karena berbagai kesibukan yang tidak bisa kita tinggal untuk menulis.  Oya mumpung masih dalam suasana lebaran, kami segenap keluarga, team dan kru omah cacing.com menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H mohon maaf lahir dan batin.

Baik sahabat kita kembali pada habitat kita, dalam budidaya cacing kembali kita ingatkan bahwa media merupakan hal terpenting dikarenakan kita mengusung masyarakat cacing dari kondisi alam kedalam ekosistem buatan/kandang.  Agar budidaya kita dapat berhasil dan sukses dan kita mendapatkan banyak manfaat dari budidaya cacing tersebut, maka kita sebaiknya mau untuk belajar lebih lagi akan bagaimana cacing hidup dan kondisi seperti apa yang disukainya.

Seperti kita ketahui dan jumpai di alam, dimana kita menemukan tempat yang banyak cacingnya pastinya lingkungan tersebut diantaranya adalah teduh, gembur, banyak bahan organik yang kaya akan nutrisi yang diperlukan untuk pakan cacing dalam mereka bertumbuh dan berkembang.  Sebagai contoh kita akan menjumpai masyarakat cacing disekitar peternakan sapi.   Dan kohe sapi adalah merupakan salah satu media dan sekaligus dapat sebagai pakan dalam kita berbudidaya cacing.  Berbagai media budiaya tentunya mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, begitupula halnya dengan penggunaan kohe sapi.  Bahan ini kaya nutrisi dan kandunga selusosa sehingga baik digunakan untuk media budidaya dan kohe sapi ini juga berfungsi sekaligus sebagai pakan cacing.   Ada hal yang perlu kita perhatikan bilamana kita menggunakan kohe sapi sebagai media budidaya, yaitu karena sifatnya yang mudah memadat karena seperti kita tahu bahwa jika media memadat maka tidak bagus bagi perkembang biakan cacing.  Untuk itu yang perlu diperhatikan salah satunya adalah kelembaban,  kita harus menjaga agar media tersebut ideal dalam hal kelembabannya.  Bila seringkali media tersebut dalam keadaan cenderung basah maka media tersebut akan cepat memadat sehingga gas amoniak juga terperangkap di dalam, tidak bisa keluar sehingga pada akhirnya bisa berakibat fatal bagi masyarakat cacing kita.  Juga dalam hal pengunggaran media, kita bisa melakukan pengunggaran tidak sesuai jadwal apabila diperlukan, hal ini untuk menjaga kegemburan dan aerasi media sehingga media tersebut dapat maksimal digunakan oleh masyarakat cacing.  Bisa juga kita mencampur kohe dengan kompos dedaunan, atau penambahan dedak yang agak kasar untuk menjaga porositas kohe.  Bisa juga kita mencampur dengan cacahan gedebok pisang.  Penambahan pakan tambahan sayuran atau buah baik yang sudah difermentasi atau tidak difermentasi juga bagus dalam menjaga agar kohe ini tidak cepat memadat.

Kohe sudah jadi tanah
Kohe kering

Oya, satu hal lagi, dalam penggunaan kohe sapi khususnya adalah jangan menggunakan kohe yang sudah jadi tanah penuh ya, karena bahan organik yang terkandung dalam kohe sapi yang juga sebagai tempat berkembangnya berbagai bakteri sudah terurai sempurna sehingga cacing bukannya hidup dalam media yang kaya nutrisi akan tetapi seakan-akan cacing hidup dalam kasing, sedangkan seperti hukum permulaan tadi bahwa media merupakan hal utama.  Kascing memang baik untuk pertanian atau perikanan akan tetapi tidak baik bagi cacing itu sendiri, karena dapat meracuni cacing itu sendiri.  Pilihlah kohe sapi yang sudah berumur 3 atau 7 hari dimana kandungan gasnya sudah berkurang dan penguraian atau dekomposisi sedang berlangsung.   Kohe tersebut bisa juga kita jemur kering atau bisa langsung kita sajikan.

Nah demikian sahabat Omah Cacing terkasih, kiranya postingan kita kali ini dapat bermanfaat dalam kita berbudidaya cacing.  Kita akan jumpa kembali dalam postingan yang akan datang.  Salam….God Bless You all.

 

(by Ucok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *