Sebelumnya kami segenap Team omahcacing.com mengucapkan Selamat Tahun Baru 2018 kiranya di tahun ini semua keadaan para sahabat lebih baik dari sebelumnya.

Beberapa waktu lalu kami berkunjung ke beberapa mitra peternak cacing, cukup banyak hal yang dapat kita peroleh dari berbagai kunjungan tersebut, diantaranya adalah penggunaan media budidaya.  Para mitra pembudidaya cacing menggunakan beraneka macam media untuk budidaya cacingnya, ada yang menggunakan blothong, kohe, bekas log jamur, grajen, bekatul, onggok aren, cocopit, gedebog pisang, dsb. Dari berbagai macam media yang mereka pergunakan, semuanya mendapatkan hasil panen yang rata-rata sama baik.

Onggok Aren

Onggok Aren

Media blothong

media campuran bekatul dan log jamur

Bagi peternak pemula terkadang dibingungkan dengan penggunaan media ini.  Ada berbagai pertanyaan yang timbul, terutama adalah “Media apa yang terbaik untuk beternak cacing ini?”

Pada dasarnya semua media tadi baik digunakan, kita sesuaikan saja dengan ketersediaannya di sekitar tempat tinggal kita.  Media mana yang tersedia melimpah dan murah harganya yang ada disekitar lingkungan atau kota kita.  Kita bisa mengkondisikan si cacing dengan media yang kita sediakan tersebut.  Prinsipnya adalah beternak cacing adalah mudah dan murah biayanya dan membantu mengurangi keberadaan sampah atau limbah di sekitar kita.  Karena cacing merupakan dekomposer alam, yang mengubah sampah atau sisa-sisa bahan organik kedalam bentuk lain yang lebih subur kaya akan zat hara yaitu “CASCING”.

cacing dengan media kohe

Bila kita memahami konsep ini, maka dalam beternak cacing adalah merupakan hal yang mudah dan menguntungkan.

Read more….

 

(Abraham)