Halo sahabat, kembali tim penulis omahcacing.com mengulas tentang hama.  Pada peternakan cacing, memang habitat cacing tidak bisa terbebas sama sekali dari binatang kecil-kecil, entah itu gurem, kutu tanah, embug, dan sebagainya.  Jikalau keberadaan mereka hanya beberapa maka hal tersebut tidak perlu dikawatirkan akan mengganggu masyarakat cacing kita,  tetapi jikalau keberadaan binatang-binatang lain tersebut jumlahnya signifikan, maka kita harus segera mengambill langkah penanganan yang tepat.

Pada postingan kali ini kita kembali mengulas tentang hama kutu tanah, biasanya kutu ini berwarna kemerahan.  Pada masa kecil kutu ini berwarna putih, semakin dewasa warna semakin pink atau kemerahan.  Kutu tanah ini termasuk hama kompetitor pakan dalam budidaya/ternak cacing tanah,  dimana keberadaan kutu ini menjadi pesaing dalam hal makan dengan cacing.  Jikalau keberadaan kutu ini sudah sangat signifikan banyaknya maka cacing akan kalah bersaing makan, akibatnya cacing akan bertubuh kurus, kecil atau bahkan menemui ajalnya sehingga jika tidak segera melakukan penanganan maka tidak mustahil cacing ternak kita akan habis mati.  Jadilah alih-alih kita panen cacing malah panen kutu tanah.

Sebelum kita membahas mengenai penanganan si kutu tanah ini, ada baiknya kita sedikit mencari penyebab suburnya perkembangbiakan kutu tanah ini.  Kutu tanah ini sangat menyukai buah-buah busuk, lingkungan yang lembab/cenderung basah dan asam.  Perkembangan kutu ini sangat pesat apalagi ditunjang melimpahnya sumber makanan mereka.  Itulah sahabat beberapa hal utama yang perlu kita ketahui dahulu berkaitan dengan hama kutu tanah ini.

Sekarang saatnya kita akan bertindak menanggulangi hama ini.  Setelah kita tadi mengetahui kesukaan mereka hidup, maka teknis penanggulangannya adalah sebagai berikut :

  • Metode pancingan

Kita sediakan irisan-irisan buah, diiris lebar-lebar kemudian pada sore hari kita taruh irisan-irisan buah tadi pada kandang cacing yang banyak kutu tanahnya.  Walaupun mereka tidak janjian, secara berbondong-bondong para kutu ini akan menuju sumber makanan ini.  Pada pagi harinya kita ambil irisan buah yang kita tebar tadi, dibawahnya akan banyak kutu menempel, mereka lagi pesta.  Kita buang buah-buah yang dikerubuti kutu tadi jauh dari kandang atau bisa juga di berikan ikan untuk tambahan pakan.

Bila irisan buah tadi masih bisa kita pakai lagi, jangan langsung dibuang tapi di cuci atau dibilas sampai kutunya bersih, lalu kita tebar lagi buah tadi untuk memancing kutu tanah.  Lakukan hal ini sampai kutu bersih dari kandang cacing.

Kita bisa juga memakai kertas-kertas koran atau kardus yang di rendam air dulu sampai lembab/basah, lalu kita hamparkan kertas koran/kardus basah tadi diatas media/kandang. Beberapa saat kemudian para kutu juga akan banyak menempel pada kertas koran tadi, tinggal kita buang kertas koran tadi.

  • Metode penggantian media

Langkah ini ditempuh bilamana keberadaan kutu tanah sudah sangat signifikan banyaknya, sehingga metode pancingan tidak efektif untuk dilakukan.  Caranya pisahkan biomas dengan medianya (anggap saja ini panen atau latihan panen bagi yang belum pernah panen….hehehehe.  karena cara memisahkan cacing dengan media seperti saat panen).  Lalu bersihkan kandang dengan sesaksama sehingga bersih dari kutu tanah, setelah itu masukkan media baru ke kandang dan berikutnya cacing yang telah dipisahkan tadi ( mirip dengan penempatan bibit baru ).

  • Metode pakan fermentasi

Perlakuan media atau pakan yang melalui metode fermentasi, akan mengurangi keberadaan hama pada kandang.  Karena dengan fermentasi, akan meminimalisir keberadaan pengganggu-pengganggu cacing dan juga meningkatkan nilai nutrisi media/pakan sehingga masyarakat cacing lebih sehat dan kuat.

 

Sebenarnya kutu tanah ini tidak secara langsung memakan cacing sehat.  Kutu tanah ini memakan pakan cacing, sehingga akan terjadi persaingan perebutan makanan cacing VS kutu tanah.  Akan tetapi kutu tanah ini memakan cacing yang terluka, sekarat atau yang mati.  Mungkin bau cacing yang mendekati kematian yang mengundang kutu tanah untuk bareng-bareng menyantap si cacing tersebut.

Itulah sahabat cara penanggulangan hama kutu tanah yang menjengkelkan peternak.  Sebagai tindakan pencegahan agar hama kutu tanah atau sejenisnya tidak muncul dan berkembang pesat, perlu sahabat ingat konsep berikut ini, yaitu :

  • Jangan berlebihan dalam memberikan pakan.
  • Jaga lingkungan tidak asam (pH netral).
  • Jaga media jangan basah, akan tetapi tetap lembab
  • Sebisa mungkin tidak memberikan pakan yang lebih mengundang hama (remah roti, keju, ikan/daging) atau kalau jenis pakan ini diberikan, sebaiknya pakan ini di pendam dalam media.

Gimana sahabat?  Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para sahabat peternak khususnya dan apabila sahabat punya cara yang lebih baik lagi, kami, omahcacing.com  terbuka menerima sumbangan tulisan atau berbagi pengalaman.  Kunci untuk meminimalkan adanya hama pada budidaya cacing adalah menjaga media tetap sehat, gembur lembab dan pemberian pakan tidak berlebihan.  Selamat beternak…..God Bless U

 

by Hartadi