Bagi para peternak cacing khususnya jenis lumbricus rubellus, kondisi kelembaban media sangat perlu diperhatikan.  Jangan sampai media ternak terlalu basah atau terlalu kering, bagi peternak pemula hal ini memang terkadang gampang-gampang susah artinya tidak gampang, juga tidak terlalu susah tetapi bagi peternak yang sudah lama, urusan media ini jadi mudah, dengan meraba media saja mereka sudah tahu apakah media ini sudah optimal atau belum.  Bagi peternak pemula jangan risau akan hal ini, mungkin dapat dijadikan pedoman seperti apa tingkat kelembaban media yaitu bila media di peras, masih bisa mengeluarkan sedikit air.

Yang jadi problem adalah bagaimana jika media, karena berbagai hal, media menjadi basah bahkan sangat basah.  Untuk mengatasi hal ini cukup mudah, sahabat omahcacing.com dapat menambahkan media baru yang kering, bisa ditaburkan saja diatasnya atau sambil di unggar agar tercampur dengan media lama.  Dengan begitu kondisi media akan pada kondisi yang optimal kembali.  Atau bisa juga sahabat mengganti keseluruhan media yang ada.

Nah demikian sahabat, untuk mengatasi keadaan media budidaya yang terlalu basah.  Karena kalo media dibiarkan terlalu basah tanpa ada penanganan, media cepet memadat, bisa menyebabkan cacing menjadi pucat, temboloknya bengkak dan mati.  Terkadang para cacing tidak nyaman dengan media yang terlalu basah, mereka cenderung rame rame demo ke permukaan….maunya berteriak-teriak kepada para peternaknya….hei pak tani….jangan biarkan kami basah-basahan gini dong….mana ndak ada selimut lagi…..wkwkwk…mungkin begitu kira-kira teriak para cacing yang pada naik keatas.

Sampai ketemu lagi pada postingan-postingan kita berikutnya ya…masih seputar budidaya cacing lumbricus rubellus.

 

(Harret)