Salam…..Jumpa kembali sahabat Omah Cacing,  selalu saja ada fakta menarik bila kita semakin mempelajari seluk beluk dunia percacingan.  Seperti ketika tim penulis membaca literatur dari negeri paman Sam, ada hal menarik yang ingin tim penulis bagikan untuk sahabat Omah Cacing dimanapun berada.

Charles Darwin

 

Charles Darwin dikenal dengan teori evolusinya, beliau juga telah mempelajari cacing selama 38 tahun.   Beliau pernah mempublikasikan dalam sebuah bukunya di tahun 1881 berdasar temuannya, sebelum beliau meninggal dunia.  Dalam bukunya ini beliau menyebutkan bahwa cacing tanah merupakan ciptaan terpenting di bumi ini.

 

 

 

Berikut ini adalah 15 keajaiban cacing:

  1. Cacing akan lumpuh apabila dipaparkan pada cahaya dalam waktu yang lama.

Cacing hidup di tempat gelap, dan sangat peka cahaya.   Cacing tidak memiliki mata, tetapi cacing dapat mendeteksi cahaya melalui kulitnya.   Cacing akan menjauh dari cahaya agar supaya kulitnya tetap lembab.  Jika cacing dipaparkan pada cahaya selama satu jam, cacing akan lumpuh dan tidak dapat lagi menggali dalam kegelapan.

  1. Cacing bernafas melalui kulitnya, cacing tidak mempunyai paru-paru.

Semua makhluk hidup memerlukan oksigen.  Cacing tidak dapat bernafas melalui mulutnya, cacing juga tidak mempunyai hidung.  Sebagai pengganti fungsi paru-paru, cacing mempunyai kulit yang berpori yang dapat dilalui oksigen.  Lendir pada kulit cacing membantu melarutkan oksigen.  Oleh karena itu, cacing membutuhkan kelembaban.  Jika cacing mengalami kekeringan cacing akan sengsara begitu juga bila lingkungan terlalu lembab, cacing akan melemah kondisinya.

  1. Cacing dapat meregenerasi segmen tubuhnya.

Ini merupakan hal yang paling tidak dimengerti.  Jika cacing dipotong, tergantung di segmen mana, maka cacing akan meregenerasi segmen yang hilang  tersebut.   Cacing mempunyai 5 jantung yang terletak dekat dengan kepala dan sebelum klitelium.  Jika bagian sebelum klitelium terpotong kemungkinan cacing tidak dapat meregenerasi bagian tersebut.

  1. Cacing adalah binatang berdarah dingin yang mempunyai 5 buah jantung.

Karena termasuk hewan berdarah dingin, cacing tidak dapat mengatur suhu tubuhnya seperti halnya mamalia.  Hal ini berarti suhu tubuh cacing akan sama dengan suhu lingkungannya.  Jantung cacing  tidak mempunyai multi ruang seperti halnya mamalia dan reptil.  Cacing memiliki 5 bilik tunggal aorta (berfungsi mirip dengan jantung) yang memompa darah keseluruh tubuh.  Kelima jantung ini terletak dekat dengan kepala.

  1. Cacing rata-rata berusia mencapai 2 tahun akan tetapi sebagian lain bisa hidup selama 8 tahun.

Usia hidup cacing sangat tergantung sepesiesnya.  Pada lingkungan yang ideal, beberapa spesies cacing dapat hidup sampai 4 – 8 tahun.  Akan tetapi usia rata-rata adalah 2 tahun.

  1. Cacing mempunyai rambut kecil dalam tiap segmennya

Cacing memiliki rambut yang disebut seta di tiap segmennya.  Seta ini membantu cacing bergerak.  Rambut seta ini sangat kuat dan terbuat dari bahan seperti kuku kita.

  1. Cacing merupakan hewan hermaprodit yaitu memiliki kelamin ganda (jantan dan betina) dalam satu tubuh.

Walaupun cacing mempunyai kelamin jantan dan betina, tetapi cacing tidak dapat bereproduksi tanpa pasangan.

  1. Cacing dewasa memiliki cincin di tubuhnya yang dinamakan klitelium

Ini merupakan semacam cincin yang melingkar pada cacing dan sebagai ciri cacing telah matang seksual atau dewasa.  Saat kopulasi cacing saling melekat dengan posisi saling berlawanan pada klitelium,  dimana kokon terbentuk dalam klitelium ini.

  1. Bayi Cacing menetas dalam kokon

Cacing dewasa dapat menghasilkan 2-3 kokon perminggu.  Bentuk kokon ini kecil berbentuk seperti buah lemon dan berwarna kuning keemasan.  Lama waktu kokon ini menetas bisa sampai 11 minggu.  Tiap kokon akan menghasilkan 2-4 bayi cacing.   Bilamana kondisi tidak tepat, kokon ini dapat berubah dalam bentuk dorman selama satu tahun, sampai lingkungan sesuai untuk penetasan.

 

  1. Cacing jenis Giant Gippsland adalah spesies terbesar dari cacing, bisa mencapai panjang 3 meter.

Jenis ini merupakan jenis cacing terbesar di dunia.  Panjang rata-rata 1 meter dengan diameter tubuh 2 cm, bahkan  bisa mencapai panjang 2 meter (9,8 ft).  Jenis ini terbatas di benua Australia, ditemukan pada tahun 1870 – an.

  1. Cacing mencerna makanan ½ dari berat tubuhnya dalam sehari.

Cacing mencerna dengan cepat dan dapat mencerna makanan setengah berat tubuhnya setiap hari.   Sistem pencernaan cacing adalah sebuah tabung yang memanjang langsung dari depan pada mulut dan sampai ujung ekor.

  1. Jenis Cacing ada sekitar 6.000 jenis.

Cacing tersebar hampir di seluruh benua kecuali Benua Antartika.  Ada 6.000 spesies cacing tanah.

  1. Usia Cacing lebih tua dari dinosaurus.

Dinosaurus pertama kali ada sekitar 231 juta tahun yang lalu dalam masa yang disebut Era Mesozoic. 

  1. Tubuh cacing 90% terdiri dari air.

Bandingkan dengan tubuh manusia yang tersusun 75% air.

  1. Jika Cacing memakan terlalu banyak protein, cacing akan terlihat cacat.

Satu fakta menarik adalah fenomena keracunan protein (sour crop).  Jika cacing makan terlalu banyak protein, mereka berusaha untuk mencernanya.   Ketika hal ini terjadi, makanan yang berada dalam usus cacing dapat mulai mengalami fermentasi karena keasaman.  Gas yang dihasilkan dari proses ini dapat merusak usus cacing, menyebabkan kerusakan permanen.   Hal ini membuat cacing menjadi cacat, terlihat seperti untaian mutiara.  Hal ini bisa dihindari dengan cara tidak berlebihan dalam memberi pakan cacing.

keracunan protein / sour crop sumber : thewormman

Itulah tadi keajaiban dari cacing.  Satu hal yang paling menarik dari cacing adalah fenomena keracunan protein (dikenal dengan nama sour crop).   Jika cacing makan terlalu banyak protein, cacing akan berusaha keras untuk mencerna makanan tersebut.  Jika terjadi hal ini, makanan yang berada dalam usus cacing mengalami fermentasi yang menyebabkan keadaan menjadi asam.  Gas yang terbentuk dalam lambung cacing dapat merusak usus cacing, menyebabkan kerusakan permanen.  Ini dapat mengakibatkan cacing cacat, nampak seperti untaian mutiara.  Dalam sebagian besar kasus, situasi ini dapat dihindari dengan tidak memberi cacing makanan secara berlebihan.

 

Sumber : https://wormfarmguru.com/

 

 

(by Harastuti)